Mencapai Target Bisnis Melalui Peningkatan Kinerja Karyawan

Tahukah Anda? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Society for Training and Development (ASTD) mencatat bahwa perusahaan yang menawarkan program pelatihan komprehensif memiliki penghasilan 218% lebih banyak per karyawan. Di sisi lain, 40% karyawan penuh waktu yang menerima pelatihan kerja yang buruk meninggalkan posisi mereka dalam tahun pertama.

Ketika dilaksanakan dengan benar, program pelatihan memberikan tenaga kerja yang tepat dan siap kerja, peningkatan produksi, penjualan, dan laba, sehingga membuat kekhawatiran Anda mengenai keluar masuknya karyawan dan biaya penyesuaian karyawan baru hilang.

Kata yang perlu digarisbawahi adalah “ketika diimplementasikan dengan benar”. Ada banyak hal yang dapat membuat program pelatihan dan pengembangan menjadi menyimpang. Jadi, bagaimana Anda memastikan bahwa program Anda bukanlah pemborosan sumber daya organisasi semata?

Lakukan tujuh langkah efektif ini untuk menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang sukses.

 

Langkah 1 – Cek Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan Organisasi

Anda memiliki kebutuhan dan Anda menginginkan program pelatihan untuk mengatasinya. Ini mungkin merupakan produk baru yang membutuhkan pembenahan total lini produksi, atau hanya ingin beberapa perubahan untuk meningkatkan hasil dari produk yang sudah ada. Pada tahapan selanjutnya, Anda ingin karyawan memahami dan menjalankan alur proses produksi baru dan meningkatkan efisiensi.

Langkah 2 – Menentukan Tujuan Pelatihan

Target bisnis sudah ditentukan. Sekarang mari kita lihat bagaimana mengukur persyaratan pelatihan untuk memenuhinya. Anda harus jelas mengenai :

1. Tujuan bisnis yang ingin dicapai oleh pelatihan

2. Peran dan tanggung jawab karyawan dalam mencapai tujuan tersebut.

3. Jenis pelatihan yang dibutuhkan untuk memastikan karyawan mampu memenuhi peran dan tanggung jawabnya.

Jadi mendefinisikan tujuan pelatihan adalah aspek yang paling penting dari program ini. Ini memberikan arah program, dan juga berfungsi sebagai tolok ukur untuk mengukur kesuksesan. Sederhananya, pelatihan akan dinilai berhasil jika karyawan Anda dapat berhasil melakukan tugas yang dilatih untuk mereka.

Supaya hal ini mungkin dicapai,

  • Tujuan harus dinyatakan dengan jelas dan masuk akal bagi semua orang yang terlibat
  • Tujuan harus bisa dicapai
  • Tujuan harus relevan dengan pelatihan
  • Tujuan harus dapat diukur

Berikan tujuan yang jelas ke karyawan Anda dan cek pemahaman mereka melalui tes, kuis, dan latihan praktek.

Langkah 3 – Desain Program Pelatihan

Miliki peta rencana Anda sebelum Anda bertindak. Rencana lengkap yang mencakup metode pembelajaran, isi materi, susunan materi, dan aspek-aspek lain seperti :

  • Desain dengan mengingat kebutuhan karyawan Anda, dan bukan kebutuhan dari pelatih.
  • Selalu membuat materi mengacu tujuan pelatihan Anda.
  • Desain menggunakan prinsip-prinsip pelatihan untuk orang dewasa (lihat di bawah).
  • Lakukan sesi praktek dalam program.
  • Rancang sebuah program interaktif. Buat sesi Tanya Jawab.
  • Bagi sesi menjadi beberapa segmen pendek.
  • Pastikan semua materi saling berhubungan antar segmen.

Langkah 4 – Gunakan Prinsip Pelatihan Orang Dewasa

Ingat bahwa Anda mengusulkan untuk melatih orang dewasa. Program pelatihan harus sesuai dengan gaya belajar mereka yaitu:

  • Memiliki pengalaman, motivasi diri dan berorientasi pada tujuan;
  • Lebih memilih pelatihan yang membantu dalam kemajuan mereka;
  • Lebih memilih program pelatihan yang berorientasi tugas dan relevan; dan
  • Memiliki kebanggaan dalam pengetahuan industri mereka yang perlu dihormati.

Langkah 5 – Pengembangan Program Pelatihan

Mulailah mengembangkan desain dan buat materi pelatihan Anda, panduan pelatihan, panduan fasilitator, presentasi PowerPoint, grafik, poster, dan materi lainnya untuk sesi latihan ataupun pembuatan elearning.

Langkah 6 – Implementasi Program Training

Di sinilah semua persiapan yang telah Anda lakukan sejauh ini benar-benar akan diluncurkan. Beberapa hal yang perlu diingat untuk implementasi yang efektif:

  • Jadwalkan kegiatan pelatihan atau elearning dengan baik sebelumnya dan siapkan semua peralatan atau infrastruktur yang dibutuhkan
  • Tentukan lokasi untuk program berdasarkan ukuran dan jenis ruang pelatihan yang Anda butuhkan.

Langkah 7 – Evaluasi Program Pelatihan

Fase terakhir sebelum Anda dapat duduk dan rileks. Evaluasi desain dan pengembangan program, efektivitas program, dan tingkat keberhasilan yang dicapai.

  • Umpan Balik Karyawan. Dapatkan tanggapan karyawan tentang program ini. Apakah itu informatif, membantu, menarik
  • Penilaian Karyawan: Evaluasi pemahaman karyawan terhadap isi pelatihan melalui kuis atau post test, atau latihan praktek yang diukur. Singkatnya, Anda memastikan peserta mengetahui tujuan pelatihan dan proses untuk mencapainya.
  • Penilaian Program: Setelah karyawan kembali bekerja, lakukan evaluasi perilaku kerja yang berkaitan dengan pelatihan untuk mengukur efektivitas dalam mencapai tujuan.

 

OAK ANDRAGOGIC MODEL : Formula pelatihan untuk kesuksesan bisnis Anda

Kinerja karyawan menentukan kesuksesan dalam mencapai target bisnis. Namun bagaimana kita bisa memastikan bahwa program pelatihan betul-betul meningkatkan kinerja? Tentunya belajar di kelas 1-2 hari saja tidaklah cukup.

Berikut ini adalah OAK Andragogic Learning Model yang membantu Anda secara bertahap memastikan proses pembelajaran efektif dan tepat sasaran.

 

Kesimpulan:

Menciptakan program pelatihan dan pengembangan untuk karyawan sangat penting, dan perlu dilakukan dengan tepat, bukan sekedarnya. Untuk memberikan hasil yang diinginkan, program ini membutuhkan tim khusus. Anda tidak dapat mengandalkan staf yang ada bersedia mengajari karyawan lain dan menghasilkan hasil yang Anda inginkan begitu saja.

Jika Anda tidak dapat menciptakan tim khusus pelatihan di dalam perusahaan, maka konsultan pelatihan dapat membantu program pelatihan dan pengembangan Anda.



Leave a Reply